Apa Itu Cantrang? Anak Pesisir Wajib Tahu Loh!

Posted on

Bagi warga pesisir pantai utara (pantura) pasti tak akan lepas dari kegiatan yang ada di laut. Walaupun bukan dari keturunan nelayan, kita atau kalian setidaknya tahu dan paham bagaimana jerih payah seorang nelayan saat mencari ikan demi kesejahteraan keluarganya. Nelayan sendiri terdiri 3 Kategori jika dilihat dari ukuran kapalnya yaitu Nelayan Sampan dengan Uk.<5 GT, Nelayan Payang dengan Uk. 5-10GT, dan Nelayan Purseseine dengan Uk.10-20GT. Berbagai jenis alat tangkap nelayan, seperti bubu, pancing, gill net, dogol, payang, serta purseseine. Nah Kali ini saya akan mengenalkan kepada kalian semua, apa itu alat tangkap cantrang atau payang? yang sesuai PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2/PERMEN-KP/2015 (baca)

Alat tangkap cantrang atau payang yaitu alat penangkapan ikan yang bersifat aktif dengan pengoperasian menyentuh dasar perairan. Cantrang dioperasikan dengan menebar tali selambar secara melingkar, dilanjutkan dengan menurunkan jaring cantrang, kemudian kedua ujung tali selambar dipertemukan. Kedua ujung tali tersebut kemudian ditarik ke arah kapal sampai seluruh bagian kantong jaring terangkat (kominfo.go.id, 2017). Dengan prosesnya yang berada didasar dengan penggunaan tali selambar yang mencapai panjang lebih dari 1.000 m (masing-masing sisi kanan dan kiri 500 m) menyebabkan sapuan lintasan tali selambar sangat luas. Ukuran cantrang dan panjang tali selambar yang digunakan tergantung ukuran kapal. Sehingga ikan yang berada didasar akan tertarik dan masuk dalam kantong tersebut. Secara tidak langsung memang hasil tangkapan besar dan nilai ekonomis rendah, tapi babyfish yang sebetulnya masih bisa besar ikut tertarik. Dengan itu untuk menjaga kelestarian dan keselamatan laut untuk anak cucu kita, tapi hal ini mungkin tidak langsung pulih seperti semula. Yang dulu menebar jala jaring insang (gillnet) dilaut nelayan sudah dapat ikan, karena populasi ikannya masih banyak, secara tidak langsung alat tangkap ini merugikan diri kita sendiri, kelak tidak mungkin kita bisa bercerita tentang kekayaan alam laut bahari dengan anak cucu masa depan.

Dengan ini adanya larangan penggunaan alat cantrang, adapun kebijakan yang ditetapkan untuk setiap kategori adalah sebagai berikut :

  1. Kapal dibawah 10 GT, pemerintah memberikan bantuan alat penangkap ikan baru sebagai pengganti alat penangkapan ikan yang dilarang, di antaranya jaring insang (gillnet), pancing ulur (handline), rawai dasar, rawai hanyut, pancing tonda, pole and line, bubu lipat ikan, bubu lipat rajungan, dan trammel net.
  2. Kapal 10 – 30 GT, KKP akan memberikan fasilitas permodalan untuk memperoleh kredit usaha rakyat.
  3. Kapal diatas 30 GT, KKP akan memberikan fasilitas perizinan dan relokasi DPI ke WPP 711 dan 718.

Berdasarkan informasi yang saya kutip dari KKP News “Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan pengaturan mengenai jalur penangkapan ikan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/PERMEN-KP/2016 (baca PDF) tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia”.

Mari kita sebagai warga negara yang baik, cintai kekayaan dan keselamatan laut kita dengan menjaga kelestariannya dengan berbagai kegiatan yang mampu memberikan eduwisata, seperti halnya :

  1. Gerakan Pesisir Berseri dengan Penanaman Pohon Mangrove dan vegetasi.
  2. Tidak Membuang Sampah Plastik maupun limbah ke Pantai / Laut
  3. Jangan Menangkap Ikan-ikan Yang dilindungi, ataupun yang hampir Punah keberadaanya.
  4. Jangan menggunakan bahan kimia untuk menangkap ikan di laut.

Sekian informasi pengetahuan yang saya berikan semoga bermanfaat untuk rekan-rekan, untuk memberikan wawasan tentang apa itu alat tangkap cantrang. sampai ketemu dengan edukasi lainnya seputar bahari.

Gravatar Image
Suka jalan-jalan, naik sepeda, bermain code-code asal tidak suka mengkode cinta. Hubungi email : andhika.na@gmail.com jika anda butuh website untuk personal maupun bisnis.

One thought on “Apa Itu Cantrang? Anak Pesisir Wajib Tahu Loh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *