Kehadiran Anak Merupakan Ujian Keimanan dan Perhiasan Dunia

Posted on

Kehadiran anak adalah ujian – Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah (titipan) yang Allah berikan kepada setiap orang tua. Oleh karena itu orang tua hendaknya memperhatikan kebutuhan dan perkembangan anak-anaknya, agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, baik jasmani maupun rohani, dan barakhlaqul karimah serta memiliki intelegensi yang tinggi. Dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa selain kehadiran anak adalah ujian juga anak merupakan karunia dan hibah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penyejuk pandangan mata, kebanggaan orang tua dan sekaligus perhiasan dunia, serta belahan jiwa yang berjalan di muka bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلاً

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalah adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik menjadi harapan. [Al Kahfi:46].

Dalam realita masa kini, mungkin kerap kita saksikan, para orang tua bekerja membanting tulang tak kenal lelah demi sang anak. Mencurahkan segenap upayanya, semata demi kebahagiaan anak. Dari sini dapat kita fahami, betapa anak mampu menggelincirkan orang tua dari jalan kebenaran, melalaikan mereka dari akhirat, jika mereka tidak mendasari segala upaya tersebut untuk meraih ridha Allah. Jerih payahnya agar anak-anaknya mampu mengenyam pendidikan tertinggi. Namun manakala anak dikatakan sebuah ujian hidup jika sang anak juga dapat membuat susah kedua orang tuanya manakala anak tersebut tidak berbakti kepadanya, serta tidak taat beribadah, apalagi kalau sampai terlibat atau tersangkut dalam masalah kriminalitas atau kenakalan remaja yang lain.

Dalam Al-Quran, Allah swt. mengklasifikasikan kedudukan anak menjadi empat golongan, yaitu :

  1. Ada anak sebagai musuh.

    Hal ini Allah jelaskan dalam surat At-Tagobun ayat 14 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman..!! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.” maksud dari Musuh disini bagi anak-anaknya yang murka, atau keras kepala, tidak berbakti, semena-mena, yang mampu menjerumuskan orang tua kepada perbuatan tercela.

  2. Anak sebagai fitnah atau ujian. 

    Hal ini Allah jelaskan dalam surat At-Tagobun ayat 15, yang artinya : “Sesungguhnya hartamu dan anak-anamu hanyalah cobaan (bagimu) , dan di sisi Allah pahala yang besar.” Fitnah yang dapat terjadi pada orangtua adalah manakala anak-anaknya terlibat dalam perbuatan yang negatif. Seperti mengkonsumsi narkoba, pergaulan bebas, tawuran antar pelajar, penipuan, atau perbuatan-perbuatan lainnya yang membuat susah dan resah orang tuanya hal ini membuktikan bahwa kehadiran anak adalah ujian.

  3. Anak sebagai perhiasan.

    sebagaimana telah disebutkan dalam surat Al Kahfi : 46 diatas, jika memiliki anak yang mampu memberikan nama baik, Perhiasan yang dimaksud adalah bahwa orangtua merasa sangat senang dan bangga dengan berbagai prestasi yang diperoleh dalam pendidikan oleh anak-anaknya, sehingga dia pun akan terbawa baik namanya di depan masyarakat. Dengan ini Buah Hati dalam kehadirannya bukanlah ujian.

  4. Anak sebagai penyejuk mata (qorrota a’yun) atau penyenang hati.

    Hal ini Allah jelaskan dalam surat Al Furqon ayat 74, yang artinya: “Dan orang-orang yang berkata” Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Sehingga dalam membimbing buah hati kita harus berhati-hati, Dari ke-empat kedudukan anak tersebut, tentu sebagai orang tua menginginkan agar anak-anaknya termasuk ke dalam kelompok qurrota a’yun. Namun untuk mencapainya diperlukan keserisuan dan ketekunan orang tua dalam membina mereka. Orang tua hendaknya menjadi figure atau contoh buat anak-anaknya. Karena anak merupakan cermin dari orang tuanya. Semoga Artikel Kehadiran Anak Merupakan Ujian Keimanan dan Perhiasan Dunia mampu memberikan wawasan kepada kita semua tentang anugerah kehadiran buah hati.

Gravatar Image
Suka jalan-jalan, naik sepeda, bermain code-code asal tidak suka mengkode cinta. Hubungi email : andhika.na@gmail.com jika anda butuh website untuk personal maupun bisnis.

10 thoughts on “Kehadiran Anak Merupakan Ujian Keimanan dan Perhiasan Dunia

    1. Memang dalam mengajarkan edukasi ke anak masa sekarang perlu pendekatan secara lembut, kadang di keras malah berontak, dan selalu di lihat pergaulan yang diikuti oleh anak2 kita.

  1. SubhanAllah… Memang kehadiran sang buah hati merupakan suatu nikmat sekaligus amanah dari Allah SWT. Namun demikian juga terkadang anak juga bisa menjadikan fitnah. Semoga anak turun kita sekalian bisa membawa berkah, amin.

  2. Belajar dan terus belajar adalah kunci dari setiap hal. Karena untuk mewujudkan anak sebagai insan kamil dibutuhkan korelasi berbagai pihak yang terhubung di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *