Lagi-lagi, Warisan Indonesia di akui Asing

Posted on

Bagaimana nasib kerajinan dan kebudayaan indonesia. Warisan bangsa indonesia selalu di bayangi fenomena di akui asing. Salah satunya kerajinan tempurung kelapa dari Lombok.

Kerajinan tempurung kelapa yang telah merupakan kerajinan warga lombok yang di buat berbagai bentuk unik, dulu hasil komiditi itu di beli oleh warga asing prancis. Kerajinan itu di ekspor menjadi jalinan dengan negara. Nah, sekarang apa yang terjadi, mereka mengakui hasil kreatif tempurung kelapa dari Lombok. Bagaimana dengan kita? Kerajinan yang telah di beli sejak tahun 90an itu, malah bernasib sial. Mengapa warisan budaya indonesia selalu di rebut asing. Banyak sekali yang sudah di perebutkan,misalnya:

1. Batik, alhamdulillah batik udah menjadi hak paten milik bangsa indonesia.
2. Angklung sunda
3. Reog
4. Lagu – lagu wajib atau lagu rakyat.

Nah, kita seharusnya menjaga,jangan sampai warisan budaya yang beraneka ragam dari sabang sampai merauke direbut atau di akui negara lain. Namun sekarang pemerintah juga sudah mematenkan karya seni dan budaya dari label HaKI.

Sehingga para pemilik karya cipta yang telah tiada, atau masih hidup tidak begitu mudah di usik oleh asing. Cermin keragaman budaya yang khas harus tetap di lestarikan, di populerkan dengan nama Warisan Budaya Indonesia di mata internasional maupun nasional, tanamkan cinta budaya leluhur kita kepada anak cucu. Supaya mereka tahu tentang asal mula kebudayaan daerah masing-masing khususnya.

Potensi budaya yang mampu mendongkrak UKM , perlu di tingkatkan. Seperti Kerajinan Tempurung Kelapa ini. Dan seperti Kerajinan Ukir (dari Kota Pati-jateng), Kerajinan Rotan, dsb.

Satu pesan untuk kita semua “JAGALAH dan LESTARIKAN BUDAYA INDONESIA” jangan biarkan budaya asing mengambilnya.(artikel renungan/fie)

putra PANTURA |

Gravatar Image
Suka jalan-jalan, naik sepeda, bermain code-code asal tidak suka mengkode cinta. Hubungi email : andhika.na@gmail.com jika anda butuh website untuk personal maupun bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *