Pelajar Jerman Belajar Gamelan

Posted on
dok. detiksby
apa yang anda pikirkan saat orang asing belajar alat musik daerah kita? mereka mencoba ingin tahu tentang kita, tapi kita tidak mau mengenalnya(kebudayaan negara sendiri yaitu gamelan). mungkin alat – alat musik itu telah beralih jaman dengan seiring banyak musik elektonik. namun apakah harus hilang di telan jaman, anak – anak muda sebagian melupakan semua itu.. musik pop rock lebih mereka sukai dari pada musik tradisional yang memiliki banyak makna dan penuh perasaan. jangan cuma menikmati alunannya tapi kenali lah mereka, tak kenal maka tak sayang.. hehe..
dalam berita harian online, membuat saya terbesit untuk membuat postingan kali ini . dan saya akan coba mengutip berita tersebut :

Surabaya – Cuaca yang panas di aula SMKN I nampaknya tidak menjadi kendala bagi pelajar asal Berlin, Jerman. Meski cuaca yang berbeda dengan di negeri asalnya, mereka tetap antusias untuk memainkan gamelan.

Salah satu pelajar yang terlihat antusias belajar gamelan yakni Ron Durst (17). “I Like it, This is difficult but so fun,” ujarnya, saat memainkan alat musik tradisional di aula SMKN I Jl SMEA no 4 Wonokromo, Surabaya, Sabtu (9/4/2011).

Di Surabaya, ke-15 remaja Jerman yang melakukan pertukaran pelajar tersebut dibagi dalam 3 sekolah. Pertama di SMKN 1 Surabaya, SMAN 20 Surabaya, dan SMAN 1 Surabaya. Di Kota Pahlawan ini, mereka tinggal di beberapa homestay.

Endah Martina (52), Wakasek bagian SDM di SMKN I mengatakan, rata-rata para remaja tersebut berumur 16-18 tahun. Mereka sduah berada di Surabaya sejak tanggal 1 April 2011. “Meskipun masih remaja, mereka sangat suka dengan budaya Indonesia,” ujarnya.

Para pelajar Jerman ini berkumpul sekitar pukul 9.00 WIB. Bersama dua orang guru  pendamping yang juga berasal dari Berlin, serta perwakilan guru dari Indonesia, mereka ingin mengerti bagaimana memainkan alat musik gamelan Jawa ini.

“Mereka cepat belajar, karena rata-rata banyak yang suka musik” tambah Endah yang juga koordinator pertukaran pelajar asal Jerman ini.

“Saya menjelaskan dengan bahasa tubuh mas, untung saja banyak siswa-siswa yang membantu saya menerjemahkan,” ungkap Sukardi, guru gamelan kepada detiksurabaya.com sambil tertawa. Guru ekskul gamelan ini mengaku cukup bangga bisa mengajarkan kesenian gamelan pada bule-bule ini.

“Saya senang ada teman-teman baru dari Jerman ini, karena bisa menambah wawasan, juga sekalian praktek bahasa Inggris sama Bule,” Ujar Sari, murid kelas XI SMKN I Surabaya ini.

Tidak hanya di sekolah, para pelajar Jerman ini juga memanfaatkan waktunya untuk  mengunjungi beberapa tempat wisata di Jawa Timur. “Kemarin Sabtu mereka main ke Bromo, minggu depan rencananya ke Lumpur lapindo,” ujar Amanah Firdausa atau Pipit, yang kebetulan rumahnya dijadikan salah satu tempat homestay untuk Felix (17).

(bdh/bdh)

diatas saya kutip dari : detikSURABAYA

dengarkan alunan gamelan kebo giro :


Gravatar Image
Suka jalan-jalan, naik sepeda, bermain code-code asal tidak suka mengkode cinta. Hubungi email : andhika.na@gmail.com jika anda butuh website untuk personal maupun bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *