Artikel renungan

Posted on

Di Haramkan Bangkai dan Hikmahnya

(1) Pertama kali haramnya makanan yang disebut oleh ayat alquran ialah
bangkai,yaitu binatang yang mati dengan sendirinya tanpa ada usaha
manusia yang memang sengaja di sembelih/ dengan berburu.
Untuk persoalan ini,bahwa di haram kannya bangkai itu mengandung
hikmah yang sangat besar sekali :

a) naluri manusia yang sehat pasti tidak akan makan bangkai dan dia
pun akan menganggapnya kotor. Para cerdik pandai di kalangan mereka
pasti akan beranggapan, bahwa makan bangkai itu adalah suatu perbuatan
yang rendah yang dapat menurunkan harga diri manusia. Oleh karena itu
seluruh agama samawi memandangnya bangkai itu suatu makanan yang
haram.
b) Supaya setiap muslim suka membiasakan bertujuan dan berkehendak
dalam seluruh hal, sehingga tidak ada seorang muslim pun yang
memperoleh sesuatu / memetik buah melainkan setelah dia mengkonkritkan
niat, tujuan dan usaha untuk mencapai apa yang di maksud. Begitulah,
maka arti menyembelih –yang dapat mengeluarkan binatang dari
kedudukannya sebagai bangkai– tidak lain adalah bertujuan untuk
merenggut jiwa binatang karena hendak memakannya.
Jadi seolah-olah Allah tidak rela kepada seseorang untuk makan sesuatu
yang di capai tanpa tujuan dan berfikir sebelumnya, sebagaimana halnya
makan bangkai ini. Berbeda dengan binatang yang di sembelih dengan
tujuan, usaha dan perbuatan.
c) binatang yang mati dengan sendirinya, pada umumnya mati karena
sesuatu sebab, mungkin karena penyakit yang mengancam, atau karena
sesuatu sebab mendatang, atau karena makan tumbuh-tumbuhan yang
beracun dan sebagainya.
Kesemuanya ini tidak dapat di jamin untuk tidak membahayakan,
contohnya seperti binatang yang mati karena sangat lemah dan karena
keadaannya yang tidak normal.
d) Allah mengharamkan bangkai kepada kita umat manusia, berarti dengan
begitu ia telah memberi kesempatan kepada hewan atau burung untuk
memakannya sebagai tanda kasih sayang Allah kepada binatang atau
burung burung tersebut. Karena binatang-binatang itu adalah makhluk
seperti kita juga, sebagaimana di tegaskan oleh al-quran.
e) Supaya manusia selalu memperhatikan binatang-binatang yang di
milikinya,tidak membiarkan begitu saja binatangnya itu diserang oleh
penyakit sehingga mati dan hancur. Tetapi dia harus memberi pengobatan
dan mengistirahatkan.
Haramnya Darah yang Mengalir
(2) makanan kedua yang diharamkan ialah darah yang mengalir. Ibnu
Abbas pernah di tanya tentang limpa (thihal),
maka jawab beliau : makanlah!
Orang-orang kemudian berkata : itu kan darah.
Maka jawab ibnu Abbas : darah yang diharamkan atas kamu hanyalah darah
yang mengalir.
Rahasia diharamkannya darah yang mengalir disini adalah justru karena
kotor,yang tidak mungkin jiwa manusia yang bersih suka kepadanya.
Seperti orang jahiliah dahulu ketika lapar, oleh al-a’syaa dalam
syairnya : JANGANLAH KAMU MENDEKATI BANGKAI,JANGAN PULA KAMU MENGAMBIL
TULANG YANG TAJAM, KEMUDIAN KAMU TUSUKKAN DIA UNTUK MENGELUARKAN
DARAH.
Oleh karena mengeluarkan darah dengan cara itu termasuk menyakiti dan
melemahkan binatang,maka akhirnya diharamkanlah darah tersebut oleh
ALLAH SWT.

Gravatar Image
Suka jalan-jalan, naik sepeda, bermain code-code asal tidak suka mengkode cinta. Hubungi email : andhika.na@gmail.com jika anda butuh website untuk personal maupun bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.