Artikel renungan

Posted on

ISLAM MENGHALALKAN YANG BAIK

Islam datang,sedang manusia masih dalam keadaan demikian dalam
memandang masalah makan berupa binatang. Islam berada di antara suatu
faham kebebasan soal makanan dan extrimis dalam soal larangan. Oleh
karena itu islam kemudian mengumandangkan kepada segenap umat manusia
dengan mengatakan pada Q.S.Al-Baqarah : 168
” Hai manusia! Makanlah dari apa-apa yang ada di bumi ini yang halal
dan baik,dan jangan kamu mengikuti jejak syaitan karena sesengguhnya
syaitan itu musuh yang terang-terangan bagi kamu “


Di sini islam memanggil manusia supaya suka makan hidangan besar yang
baik, yang telah di sediakan oleh allah kepada mereka, yaitu bumi
lengkap dengan isinya, dan kiranya manusia tidak mengikuti kerajaan
dan jejak syaitan yang selalu menggoda manusia supaya mau mengharamkan
sesuatu yang telah di halalkan allah swt,dan mengharamkan
kebaikan-kebaikan yang di halalkan allah, dan syaitan juga menghendaki
manusia supaya terjerumus dalam lembah kesesatan.

Selanjutnya mengumandangkan seruannya kepada orang mu’min secara
khusus. Firman allah dalam surat baqarah 172-173
“hai orang orang yang beriman,makanlah di antara rezeki yang baik
yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada allah,jika benar
benar kepada-Nya kamu menyembah.
Sesungguhnya allah hanya menharamkan bagimu bangkai,darah,daging
babi, dan binatang yang (ketika di sembelih) di sebut (nama) selain
allah [1].tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak
menginginkannya dan tidak pula melampaui batas,maka tidak ada dosa
baginya. Sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha penyayang.
Ket [1] haram juga menurut ayat ini jika daging yang berasal dari
sembelihan menyebut selain allah.
Dalam seruannya secara khusus kepada orang-orang mu’min ini,allah
s.w.t memerintahkan mereka supaya suka makan yang baik,yaitu dengan
bersyukur kepada zat yang memberi nikmat.sesuai firman allah Q.S.
al-an’am : 145
“Katakanlah! Aku tidak menemukan tentang sesuatu yang telah di wahyukn
kepadaku soal makanan yang diharamkan untuk dimakan,melainkan
bangkai,atau darah yang mengalir atau daging babi,karena sesungguhnya
dia itu kotor(rijs),atau binatang yang disembelih bukan karena allah.
Maka barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan
tidak melewati batas,maka sesungguhnya tuhanmu maha pengampun dan maha
belas kasih”
dan dalam surah al-maidah ayat 3 menyebutkan binatang- binatang yang
diharamkan itu dengan terperinci dan lebih banyak firman allah :
” Telah di haramkan atas kamu bangkai,darah,daging babi,binatang yang
disembelih bukan karena allah,yang mati karena di cekik,yang karena
dipukul,yang mati karena dari atas,yang mti karena tanduk,yang mati
karena di makan binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan
yang di sembelih untuk berhala”
antara ayat ini yang menetapkan 10 macam binatang yang haram,dengan
ayat sebelumnya yang menetapkan 4 macam itu,sama sekali tidak
bertentangan. Ayat yang baru saja anda baca ini hanya merupakan
perincian dari ayat terdahulu.

Binatang yang dicekik,dipukul,jatuh dari atas,ditanduk dan karena di
makan binatang buas,semuanya adalah termasuk dalam pengertian bangkai.

Jadi semua itu sekedar perincian dari kata bangkai. Begitu juga
binatang yang disembelih untuk berhala,adalah semakna dengan di
sembelih bukan karena allah swt. Jadi kedua-duanya mempunyai
pengertian yang sama. Ringkasnya : secara global (ijmal) binatang yang
diharamkan itu ada empat macam,dan kalau di perinci menjadi sepuluh.

(di sadur dari MUI : shofwan nurhadi/mei 2009/jumadil awal 2430)

Gravatar Image
Suka jalan-jalan, naik sepeda, bermain code-code asal tidak suka mengkode cinta. Hubungi email : andhika.na@gmail.com jika anda butuh website untuk personal maupun bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.