Kita Perlu Bersyukur,Dzikirullah,dan Ingat Mati

Posted on

bismillahirohmanirohim…

Sedikit menelusuri makna dari sebuah hajatan yang dilakukan sebelum bulan ramadhan. dalam konteks masyarakat disekitar rumah sering menyebut “mapag/ruwahan” diadakan sekitar tanggal 15-30 bulan sya’ban.

Nah,tadi ba’da maghrib saya mendapat undangan untuk menghadiri acara tersebut. dalam masyarakat kegiatan itu sering di iringi dengan sebuah baca’an tahlil dan baca do’a buat ahli kubur yang di setorkan daftar namanya ke pihak panitia. yang kita pokok dalam acara ini bukan sekedar “ceremony” keagamaan yang selalu di laksanakan dalam menyambut bulan ramadhan.

ketika saat itu saya terasa tergugah hati untuk membuat sebuah postingan ini, dalam maidhoh hasanah acara itu :

” bapak-bapak,kangmas ingkang rawuh dateng acara punika mboten namung ngingeti utawi nyambut dateng ipun wulan suci romadhon, tapi kita sedoyo ugi ngingeti tentang mati (ingat mati!), dateng susunan ingkang kula pireng ake bilih wonten kintun do’a dateng ahli kubur( kirim do’a untuk orang yang sudah meninggal,red).

orang yang datang disini jika sudah di ingatkan dengan ceramah belum sadar,maka di ingatkan dengan kata ingat mati, sesuai dalam bacaan tahlil sendiri ketika kita ucapan “lailla ha illallah” dengan hati yang tulus secara allah SWT akan mengampuni dan selalu dekat. karena dalam malam pertama bulan ramadhan, barangsiapa mau bertobat secara bersungguh akan ikhlas insyaAllah benar akan mengampuni”

itulah sedikit cuplikan yang di ucapkan seorang ulama yang mengisi acara tersebut, karena dengan mengingat Allah SWT kita akan semakin syukur akan nikmat dan anugerah-Nya,sesuai apa yang Beliau ucapkan kepada hambanya :

” barangsiapa kamu mendekatkan pada-KU maka KU kan mendekat padamu,dan kamu mendekat pada-KU sejengkal maka KU kan mendekat mu dengan se hasta,serta apabila kamu mendekat dengan berjalan maka KU kan mendekat dengan berlari”

apabila anda tahu lagunya Bimbo : kau dekat aku dekat,kau jauh ku menjauh.

kita bisa berpikir apa yang kita bisa ambil dari sebuah acara itu, yaitu untuk mengingat kan kita dengan mati. semua makhluk-Nya akan kembali kepada hadapan-nya. maka itu kita bersyukur dalam bentuk sebuah acara hajatan seperti itu.

tapi bersyukur dan mendoakan juga tak perlu juga di paksakan dengan sebuah hajatan syukuran,apabila kita hanya bisa bersyukur dengan satu ayat ucapankan secara tulus,apabila kita sungguh benar-benar tak paham dengan al qur’an yang bertulis arab (subhanallah semoga pada zaman ini tidak ada orang seperti itu) maka ucapkan dengan lisan bahwa dengan itu ku kirim doa pada sanak saudara yang meninggal mendahului kita serta dosa kita.

marilah sesama muslim muslimah kita merenungi semua fenomena masyarakat jangan hanya memperingati tapi mengambil hikmah mengapa ada acara tasyukuran seperti itu, hanyalah semata mengajak hamba-hambanya yang masih hidup untuk bersyukur dan ingat mati.

tak terasa setahun lalu kita baru saja melakukan puasa sekarang mendapatkan karomah bisa bertemu bulan yang agung dari bulan-bulan hijriyah.semakin tua usia kita kekuatan fisik akan berkurang,sehingga kita harus merenungi semua itu, misalnya:

  • memutih rambut kita,tapi seakan akan kita tetap tak mau menyadari semua itu.kita mungkin berupaya mengecatnya agar kelihatan gagah
  • copotnya gigi kita, kita berupaya mengganti gigi palsu
  • dll.
semua itu semua tak ada gunanya,bersyukur apa yang telah terjadi karena semua itu telah di tulis dalam kitab suci alquran.
dan bolak balik kita selalu mengajak bersyukur,perbanyak dzkirullah,dan ingat mati.
Gravatar Image
Suka jalan-jalan, naik sepeda, bermain code-code asal tidak suka mengkode cinta. Hubungi email : andhika.na@gmail.com jika anda butuh website untuk personal maupun bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.