PERAHU LAYAR KERTAS

RAYUAN PALSU Saat pagi menyapaKicauan burung kecil yang merduKu buka jendela kamarHawa dingin menusuk kalbuSecangkir cinta kau berikan pada kuPenghangat saat ku dinginSepiring kasih sayang kau hidangkanUntuk menyegarkan hati iniTapi

TENGAH MALAM Tepat tengah malamDentingan jam dindingMemecah keheninganKutuliskan sebait puisiMemuntahkan isi hatiHanya sang bulanYang tahu akan pintakuDiam membisu menatap letihKunang – kunang menerangiKetika ku bahagia disiniMenuangkan segala asaDemi menggapai cita

ARMADA CINTA Saat kau labuhkan hati muKau tancapkan jangkar cinta muKu ikat erat sekoci ituAgar tak oleng oleh waktuKau bongkar semua isinyaPerlahan – lahanKau letakan dalam ruang jiwaKau titipkan sebuah

Butir – Butir Pesona Butiran pasir pantaiBerkilau terkena sang suryaHanyut tergerus gelombangSeakan permata yang hilangSepoi-sepoi angin lautMenghantarkan Aku dalam pesonamuHati tegarkuBagai batu karang di laut biruTakkan goyah . . .Runtuh